Bilangan Raka’at dalam sholat Tarawih

Pertanyaan : Di Jepang, hanya delapan Tarawih rakaat diikuti. Dapatkah anak saya sholat sendirian 12 rakat yang tersisa di masjid atau rumah atau itu juga benar untuk melakukan 8 rakat saja?Bilangan Raka'at dalam sholat Tarawih
Jawaban:

Mengenai Sholat, dilakukan setelah sholat Isya’ (yaitu Tarawih), di bulan Ramadan, opini yang benar ini adalah bahwa seseorang dapat menawarkan (melakukan) banyak jumlah rakaat sebagai salah satu keinginan karena tidak ada batas ketetapan di atasnya.
Dikisahkan Nafi
Ibnu ‘Umar berkata, “Sementara nabi berada di mimbar, seorang laki-laki bertanya bagaimana cara melakukan sholat malam. Dia menjawab,’ sholat dua rakaat pada satu waktu/satu salaman dan kemudian dua dan kemudian dua dan seterusnya, dan jika Anda takut pada fajar (pendekatan waktu shalat subuh) sholatlah satu rakaat dan yang akan menjadi witir untuk semua rakaat yang telah Anda lakukan. ” Ibn ‘Umar berkata, “adapun rakaat terakhir dari shalat malam harusnya ganjil,bagi nabi memerintahkan hal itu terjadi. (Sahih Bukhari, Vol. 1, Hadis No. 461).
Dikisahkan Amr ibn Abasah as-Sulami
Aku bertanya: “Ya Rasul Allah,bagian mana dari sholat malam yang lebih mungkin untuk diterima ? Dia Menjawab : Pada bagian terakhir: sholatlah sebanyak yang Anda suka, doa yang dihadiri oleh para malaikat dan dicatat sampai Anda melakukan sholat subuh. (Abu Dawud, Vol. 1, Hadis No. 1272).
Kami juga menemukan bahwa beberapa Tabi’in terbiasa sholat tarawih 20 rakaat dan beberapa darinya juga terbiasa sholat tarawih 36 Rakaat. (Musannaf Ibn Abi Shaiba, Vol.2, Pages 165 & 166).
Namun, hal ini lebih disukai untuk melakukan caranya nabi Muhammad (saw). Dia terbiasa melakukan 11 atau 13 Rakaat, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut.
Dikisahkan Abu Salma bin Abdur Rahman
Aku bertanya ( Aishah ), “Bagaimana sholat Rasul Allah selama bulan Ramadhan.” Dia berkata, “Rasulullah tidak pernah melebihi sebelas Rakaat di bulan Ramadan atau bulan lainnya, ia digunakan untuk melakukan empat Rakaat jangan tanya saya tentang keindahan dan panjang mereka, lalu empat Rakats, jangan tanya saya tentang kecantikan dan panjang mereka, dan kemudian tiga rakat. ” Aisha lebih lanjut mengatakan, “Aku berkata, ‘ya Rasul Allah! Apakah Anda tidur sebelum melakukan shalat Witir?’ Dia menjawab, ‘ya¬† Aishah! Mataku tidur, tapi hatiku tetap terjaga! ‘ . (. Sahih Bukhari, Vol 2, Hadis Nomor 1147) Dari semua hadis yang disebutkan di atas, jelas bahwa tidak ada batas tetap untuk sholat Tarawih, karena itu, kita harus menahan diri dari masuk ke setiap kontroversi dalam hal ini Namun. , di masjid-masjid, di mana sholat berjamaah delapan Rakaat¬† yang dilakukan, disarankan untuk tidak melakukan lebih 12 Rakaat, sehingga menghindari segala perselisihan yang tidak diinginkan di kalangan umat Islam. Bagi mereka yang ingin melakukan rakaat lebih sangat baik bisa melakukannya di rumah mereka. demikian pula , di masjid-masjid, di mana 20 Rakaat jama’ah yang dilakukan, disarankan untuk tidak melakukan 8 Rakaat berjamaah berbeda, sehingga tidak ada konflik di kalangan umat Islam.

Leave a Reply