Bolehkah Wanita berada di dalam Masjid?

WANITA DI DALAM MASJID

Pertanyaan:

Mengapa wanita tidak diperbolehkan berada didalam masjid?

Menjawab:Bolehkah Wanita berada di dalam Masjid?

1. Tidak ada satu ayat dalam Al Qur’an, yang melarang wanita masuk masjid. Tidak ada Hadis otentik tunggal yang saya sadar yang menyatakan bahwa Nabi (saw) mencegah atau melarang perempuan dari pergi ke masjid.

Hanya ada satu hadis, yang mungkin bisa telah disalahpahami berarti bahwa perempuan tidak harus pergi ke masjid. Hadis yang adalah sebagai berikut:

Abdullah Bin Mas’ud melaporkan Nabi (saw) mengatakan: ini lebih baik bagi seorang wanita untuk berdoa di rumahnya daripada di halaman nya, dan lebih baik baginya untuk berdoa di ruang pribadinya daripada di rumahnya. [Sunan Abu Dawud Vol.1 Bab 204 Hadis No.570]

Jika Anda mendasarkan kesimpulan Anda hanya pada hadis tunggal ini, maka Anda mungkin salah menyimpulkan bahwa hal ini tidak dianjurkan atau lebih bagi perempuan untuk pergi ke masjid. Namun, kesimpulan Anda tidak dapat hanya didasarkan pada satu pengabaian Hadis atau mengabaikan semua lainnya Hadis tersebut. Konteks Hadis ini juga sangat penting.

Nabi (saw) mengatakan bahwa jika seseorang shalat di masjid ia mendapat 27 kali lebih banyak berkat (sawab). Beberapa wanita berpendapat bahwa mereka memiliki bayi di rumah dan bekerja rumah tangga lainnya dan karena itu tidak bisa pergi ke masjid. Dengan demikian, orang-orang akan memiliki keuntungan lebih besar daripada wanita untuk menerima berkat-berkat tersebut. Hal ini kemudian bahwa Nabi (saw) mengatakan hadis di atas.

Oleh karena itu, kesimpulannya adalah bahwa dalam situasi di mana wanita memiliki bayi dan pekerjaan rumah tangga, yang juga merupakan tugas penting yang tidak bisa diabaikan, wanita tidak akan dicabut dari sawaab (berkat) jika mereka berdoa di rumah mereka sendiri.

Baca Juga:  Dakwah dan Ishlah ?

2. Ada beberapa hadits yang membuktikan bahwa laki-laki dan perempuan digunakan untuk pergi ke masjid selama kehidupan Nabi (saw):

(I) Nabi (saw) mengatakan, ‘Jangan mencegah hamba perempuan Allah dari pergi ke masjid Allah. “[Sahih Muslim Vol.1 Bab 177 Hadis No.886]

(Ii) Dan suami secara khusus diberitahu oleh dia, “Jika istri salah seorang dari kalian meminta izin (untuk pergi ke masjid) jangan larang dia.” (Sahih Bukhari Volume 1, Book of shalat, Bab 80, Hadits No . 832)

(Iii) Dari waktu Nabi (saw) memasuki Madinah, setelah Hijrah, sampai kematiannya, ia tidak pernah mencegah perempuan memasuki masjid.

(Iv) Selama masa Nabi (saw), perempuan tidak hanya pergi ke masjid untuk berdoa, tetapi juga untuk pendidikan agama dan diskusi sastra sebagai masjid adalah pusat komunitas. Beberapa hadits mengatakan kepada kita bahwa Nabi (saw) ditangani orang di masjid, dan penonton terdiri dari pria dan wanita Muslim. Perempuan banyak kali diajukan kepada Nabi (saw) di dalam masjid.

(V) Selama (saw) waktu Nabi, masjid memiliki pintu masuk terpisah untuk wanita. Perempuan diisi masjid dari belakang sedangkan pria memiliki pintu masuk terpisah dan memenuhi masjid dari depan. Di antara dua bagian adalah anak-anak.

(Vi) Hal ini dilaporkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi (saw) mengatakan: “Barisan terbaik bagi pria adalah baris pertama, dan yang terburuk adalah yang terakhir. Baris terbaik bagi perempuan adalah yang terakhir, dan yang terburuk bagi mereka adalah yang pertama. “[Sahih Muslim Vol.1 Bab 175 Hadis No.881)

3. Islam membolehkan perempuan untuk berdoa di masjid-masjid. Wanita harus memiliki fasilitas terpisah dan sama. Islam tidak mengizinkan pembauran jenis kelamin. Jika tidak, akan ada adegan serupa di masjid seperti tempat-tempat ibadah lainnya di mana beberapa orang bahkan datang untuk ‘bird-watching’ dan Hawa menggoda.

Baca Juga:  Wanita haid,bolehkah membaca/menyentuh Al-Qur'an?

4. Dalam beberapa kali, perempuan tidak diperbolehkan di masjid-masjid di beberapa negara terutama di India dan negara-negara tetangganya. Jika tidak, di sebagian besar negara-negara lain, perempuan yang diperbolehkan dalam masjid. Wanita diperbolehkan di masjid-masjid di Arab Saudi, di U.A.E; di Mesir, di U.S.A; di U.K dan di Singapura. Wanita juga diperbolehkan dalam masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan di MasjidNabawi di Madinah.

Allahamdulillah, tren sekarang berubah di India. Kami memiliki beberapa masjid di India dan beberapa di Mumbai di mana wanita datang untuk berdoa di masjid (masaajid).

Leave a Reply