Mimpi Basah Waktu Berpuasa

Mimpi basah

Pertanyaan : Seorang pemuda muslim mengalami mimpi basah. Apa yang harus ia lakukan?

(A) Jika itu terjadi sebelum sahur di bulan suci Ramadhan?
(B) Jika itu terjadi setelah Sahur? Bagaimana shalat subuhnya?
(C) Apa metode mandi untuk pensuciaannya?
(D) Apakah berdosa jika mimpi basah terjadi?Mimpi Basah Waktu Berpuasa

Jawaban 7: (a) Jika seseorang mendapat mimpi basah sebelum sahur di bulan Ramadhan dan memiliki waktu untuk melakukan Ghoslul Janabat (mandi untuk penyucian junub), maka ia harus melakukannya, dan kemudian makan sahurnya. Namun, jika ia tidak punya waktu untuk Mandi Wajib, ia harus melakukan Mandi Wajib sebelum sholat Subuh.

(B) Jika seseorang mendapat mimpi basah setelah sahur di negara bagian puasa, ia harus melakukan Mandi Wajib begitu dia bangun. Salah satu cepat tidak melanggar oleh mimpi basah. Bahkan jika ia kebetulan berada di negara bagian Janaba untuk beberapa waktu, tidak ada yang salah di dalamnya. Dia harus melakukan Mandi Wajib sebelum mengerjakan setiap shalat.

Diriwayatkan Abu Bakar bin Abdur Rahman:

Ayah saya dan saya pergi ke Aisyah (RA) dan dia berkata, “Aku bersaksi bahwa Rasulullah pada waktu yang digunakan untuk bangun di pagi hari dalam keadaan Janabah dari hubungan seksual, bukan dari mimpi basah, dan kemudian beliau akan berpuasa pada hari itu.” (Shahih Bukhari, Vol. No. 3, Hadis No. 1931)

(C) Cara yang tepat melakukan mandi untuk penyucian yaitu Ghuslu Janaba diberikan dalam hadis berikut:

Dikisahkan Maimuna, istri Nabi (Phuh):

Rasulullah (saw) wudhu seperti itu untuk Salat tetapi tidak membasuh kakinya. Ia mencuci semuanya dari bagian-bagian pribadinya dan kemudian menuangkan air ke tubuhnya. Dia menarik kakinya dari tempat itu (tempat di mana ia melakukan mandi) dan kemudian mencucinya. Dan itu caranya melakukan mandi dari Janabah. (Sahih Al-Bukhari, Vol. 1, Hadis No. 249)

Baca Juga:  IBLIS; Malaikat atau Jin ?

(D) Tidak ada yang salah dalam mendapatkan mimpi basah juga bukan dosa, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

Dikisahkan Ali bin Abi Thalib

Ada tiga yang tindakannya tidak dicatat: orang gila yang pikirannya gila sampai ia kembali sadar, tidur sampai ia terbangun, dan seorang anak sampai dia mencapai pubertas. (Sunan Abu Dawud Vol. 3, Hadis No. 4389)

Leave a Reply