Menikahi Wanita dari Ahli Kitab

Menikahi wanita dari Ahli Kitab

Pertanyaan:
Bisakah seorang pria Muslim menikahi seorang Kristen atau Yahudi? Tolong jelaskan. -Sheikh Tahir [email protected]Menikahi Wanita dari Ahli Kitab

Jawaban:
Hal ini dibolehkan bagi pria Muslim untuk menikahi seorang wanita dari Ahli Kitab (yaitu orang-orang Yahudi dan Kristen), hanya jika mereka memenuhi kriteria tertentu.

Allah (swt) mengatakan:
“Dan (sah dalam pernikahan adalah) wanita suci dari antara orang-orang beriman dan wanita suci dari antara mereka yang diberi Kitab sebelum kamu …”
[Surah Al-Maidah 5: 5]

Berdasarkan ayat di atas, sebagian besar ulama mengatakan bahwa seorang pria Muslim dapat menikahi wanita yang seorang Yahudi atau Kristen. Di sisi lain, jika kita membaca Al-Qur’an secara keseluruhan, Allah (swt) juga mengatakan bahwa umat Islam tidak diperbolehkan untuk menikah musyrik yaitu orang-orang yang menyekutukan Allah (swt).

“Dan tidak boleh menikah wanita musyrik (politeistik) sampai mereka percaya. Dan seorang budak wanita mukmin lebih baik dari musyrik, meskipun dia mungkin menyenangkan Anda. ”
[Surah Al-Baqarah 2: 221]

Selain itu, kami menemukan bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen mitra terlalu bergaul dengan Allah (swt). Kata Allah (swt) dalam Alquran:

“Mereka (Yahudi dan Kristen) telah mengambil ulama dan para rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Mesias, anak Maria. Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah satu Tuhan; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Allah atas apa yang mereka persekutukan dengan Dia. “[QS At-Taubah 9:31]

Orang-orang Kristen, yang mengklaim bahwa Yesus (as) adalah Tuhan serta Anak Allah, bersikeras seharusnya ketuhanan Yesus (as) dan menyembah Dia seperti itu.

“Mereka pasti telah kafir yang berkata,” Allah adalah Mesias, anak Maria “sedangkan Mesias mengatakan,” Hai orang Israel, menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu “Sesungguhnya orang yang mengaitkan lain dengan Allah -. Allah telah melarang dia surga dan perlindungan-nya adalah api. Dan tidak ada untuk zalim setiap pembantu. “[QS Al-Maidah 5:72]

Baca Juga:  Ber jilbab, Wajibkah bagi wanita?

Dari ayat-ayat tersebut di atas dan banyak ayat seperti Al-Qur’an, sangat jelas bahwa hampir semua hari ini orang-orang Yahudi dan Kristen melakukan syirik dengan bergabung mitra dengan Allah (swt).

Rupanya, hal itu tampaknya menjadi “kontradiksi” dalam Al-Qur’an, karena di satu tempat Allah (swt) melarang Muslim untuk menikahi musyrik, sedangkan di tempat lain Dia memungkinkan pria Muslim menikahi wanita dari orang-orang Yahudi dan Kristen, sebagian besar yang sesuai dengan riwayat Al-Quran adalah musyrik yaitu orang-orang yang menyekutukan Allah (swt).

Dalam ayat lain dari Alquran, Allah (swt) mendamaikan semua ayat di atas dengan memberitahu kita bahwa di antara orang-orang Yahudi dan Kristen ada juga orang-orang yang benar-benar beriman yaitu mereka percaya pada satu Tuhan dan tidak menyekutukan Allah SWT).

Ia mengatakan,
“Di antara mereka (Yahudi dan Kristen) adalah orang percaya tetapi kebanyakan dari mereka adalah fasik.” [QS Ali Imran 3: 110]

Oleh karena itu, menurut saya, orang-orang Muslim diizinkan untuk menikah hanya wanita-wanita dari Ahli Kitab (yaitu orang-orang Yahudi dan Kristen) yang suci serta yang tidak melakukan syirik yaitu orang-orang yang tidak percaya trinitas dan Yesus ‘(saw) ketuhanan. Dan Allah Maha mengetahui yang terbaika.

Leave a Reply