Penyesalan Ada di Belakang

Alkisah ada penyesalan seorang santri yang bernama Zaqia, Dia adalah anak seorang ustadz , dia sudah hampir tujuh tahun mencari ilmu di pesantren. Tetapi, dia masih belum juga betah di pesantren tempat dia menuntut ilmu. Saat itu sudah setengah bulan lamanya dia tidak di jenguk  Akhirnya, karna sudah waktunya, diapun di kunjungi oleh kedua orang tuanya.

Penyesalan Ada di Belakang

 

 

   “ye…….!, sekarang sudah waktunya aku di jenguk ayah & ibu, kalau mereka sudah datang, aku mau bilang kalau aku gak betah dan ingin
berhenti dari sini !”.  Katanya
sambil senyum  sendiri.
                Selang beberapa menit dia berkata, dia dipanggil oleh penjaga piket ruang tunggu, dia diberi tahu kalau orang tuanya sudah datang untuk menjenguknya.
                “Zaqia, orang tuamu sudah datang untuk menemuimu !”  kata si mbak penjaga ruang tunggu.
“Benarkah?”,  teriak dan tanya Zaqia kegirangan . “iya !”.  Lalu ia pun bergegas pergi keruang tunggu menemui orang tuanya.
                Setelah Zaqia sampai diruang tunggu, dia langsung mencium tangan ayah dan ibunya. Dia tak berkata banyak, dia langsung memohon agar diberi izin berhenti dari pesantren .
                “Ibu,  Ayah !, Qia enggak betah di pesantren, Qia ingin berhenti. Qia ingin menjadi pelajar diluaran saja, seperti teman-teman Qia disana !”., Katanya sambil memelas .
“Nak!, hidup di pesantren memang seperti itu, lebih banyak sedihnya dari pada
bahagianya !”. Jawab ibunya seraya  memberi pengertian kepada zaqia. “Tapi ….!”, Sebelum Zaqia bicara lebih banyak, pak ustadz
alias ayahnya memotong pembicaraan zaqia. “ Nak !, ayahmu ini juga pernah merasakan hidup di pesantren dan
menjadi seorang santri. Menjadi seorang santri memang begitu, dukanya
lebih banyak dari pada sukanya, kamu harus bersabar menghadapi semua ini , kamu itu sudah enak hidup di pesantren, kamu bisa mendapat ilmu, mempunyai
teman yang banyak, dan kamu juga mendapatkan siraman rohani dari pesantren !” kata ayahnya dengan kelembutan dan kasih sayang. Tetapi Zaqia tetap bersikeras ingin berhenti dari pesantren.
“Pokoknya Zaqia harus berhenti dari pesantren, aku ingin di rumah saja !”. Jawab
Zaqia dengan perasaan kesal“.  Kalau kamu berhenti, terus kamu mau ngapain?, paling kamu hanya diam, nonton TV, duduk, makan, minum,  dan tidur. Itu
semua pasti akan membosankan bagimu,nak !”. ujar sang ayah.
“Tidak ayah, Qia tidak akan bosan !”.
Jawab Qia dengan wajah cemberut. Karena Zaqia memaksa, kedua orang tuanya tak bisa berbuat apa-apa lagi,
mereka hanya bisa menuruti permintaan anak pertama dan terakhirnya itu.
“Baiklah kalau kamu memaksa,tapi ingatlah kamu
pasti akan merasakan yang namanya penyesalan !”. Kata
ayahnya  dengan penuh kelembutan.
“Ye……..,!
Makasih ayah , makasih ibu !”
Keesokan harinya Qia sudah berada di rumah ,
awalnya dia senang, tapi selang beberapa hari, perkataan ayahnya benar, Zaqia
sudah mulai bosan dengan kegiatan yang di lakukan di rumahnya. Ketika ayahnya sedang duduk santai, Zaqia menghampiri
ayahnya, dan berkata ,”Ayah ! perkataan ayah benar, Zaqia sudah bosan , Zaqia
rindu kegiatan dipesantren,Ayah !”.
“Lalu…?
“ Ayahnya menjawab sambil tersenyum . “Mm……Apa boleh Zaqia masuk ke pesantren lagi ? Zaqia janji,
Zaqia akan sungguh-sungguh dan tidak akan minta berhenti lagi !” , “
Alhamdulilah , syukurlah kalau begitu ,nanti sore ayah akan mengantarmu ke pesantren !” .” Iya , ayah !”
Penyesalan itu ada dibelakang,
semoga setelah membaca cerpen karangan saya ini, kalian bisa termotivasi dan bisa mengurungkan
niatnya untuk berhenti menuntut ilmu dipesantren . Aamiinn!

By: Eva
Nikmatul Ula Fatihul Ulum
, kelas 8 B , Asrama B VI

Leave a Reply