Story-Story di Pondok Pesantren

manggisan.org fatihul ulum- Sudah dua hari aku berada di pondok pesantren Fatihul Ulum Al-Mahfudz. Sebelum itu, Aku sudah mempunyai teman yaitu Hilyatul Habibah, Panggil saja dia Hilya.

Aku dan Hilya sekelas di 7c. Di 7c sebelumnya aku tidak kenal siapa-siapa, tapi, saat Bu guru menyuruh untuk memperkenalkan diri,  aku menjadi tahu semua nama anak 7c.

            Setelah jam menunjukkan pukul 09.00 sekolah Formal pun
telah selesai. Semua kelas 7, 8, 9 MTs pun beranjak pergi meninggalkan kelas dan
makan di Asrama Masing-masing.
Story-story di pondok pesantren
            Aku dan Hilya tidak makan, karena kebetulan tadi pagi
sudah makan duluan.
“Nan, kita mau kemana?” tanya
Hilya
 “Udah, ikut aja, kita cuma jalan-jalan saja kok”.
“Oh…..”
            Tiba-tiba terdengar suara anak menangis diluar musholla, Hilya
pun ketakutan dan memegang erat tanganku.
“Nan , kok ada anak nangis,
jangan-jangan ……….” Suaranya terpotong olehku
“Hush, jangan gitu , mana ada
hantu di pagi bolong kayak gini, dari pada kita penasaran, mending kita lihat
aja siapa yang nangis-nangis”, “ iya deh …..” sahutnya sambil melepaskan genggam tangannya dari
tanganku
            Aku dan Hilya pun melangkah menuju musholla, ternyata benar ada anak nangis, aku pun bertanya ,
“kamu kenapa ? kok nangis ?”
tanyaku pada anak itu .
“gak apa –apa kok mbak “
            Hilya pun tertawa kecil saat anak itu mengatakan ‘mbak’ padaku, aku pun menatap tajam-tajam mata Hilya hingga akhirnya dia ketakukan.
“eh, jangan panggil aku mbak,
oh……..mungkin  karena kamu masih belum
kenal aku, jadi kamu manggil aku mmba’,  perkenalkan namaku Nanda Lailatus Syarifah,
panggil saja aku Nanda,
anak baru di pondok ini “. Kataku
sambil mengulurkan tangan kepadanya.
“Aku Mahmudatul Mardia,
panggil saja aku Mardia, aku juga anak baru disini”. Sambil mengusap air matanya, dia mengulurkan tangan juga padaku. “oh…….. , Hai , Aku Hilyatul Habibah, panggil
saja aku Hilya , salam kenal ya …..” kata Hilya.
“iya, salam kenal juga Hilya”
sahut Mardia.
“Jadi , kamu anak baru disini
?”
“iya, terus kamu juga anak
baru dong…..”
“iya” sahut Hilya
            Setelah aku dan Hilya berbincang-bincang sebentar, aku
pun mengangkat suaraku,
“Mardia, Kamu tadi kenapa kok
nangis ? “ tanyaku
“Oh……., itu …gara-gara aku
gak betah di pondok ini “ sahutnya
“Kenapa ? kok gak betah ?
padahal kamu harus betah disini, disini tuh ya………  banyak teman”
“Iya …… Karna kamu banyak
temannya, kalau aku gak punya teman, mana ada yang mau berteman dengan aku .”
sahutnya
“ ada, nih, bukan teman namanya, kita berdua adalah teman
baru kamu di pondok.”
“Iya sih ….tapi aku juga gak
betah bukan gara-gara itu saja” kata Mardia sambil matanya berkaca-kaca
menandakan akan menangis.
“Eh, jangan nangis dulu,
nanti kalau nangis kamu nuduh aku dan Hilya yang bikin gara-gara“ sahutku
“Enggak, aku tidak seperti
itu , aku menangis berarti aku akan bercerita sejujurnya pada kalian berdua “
“Oh…..” kata Hilya
“ Jadi begini, aku baru masuk
sini saja ada yang mengganjal di dalam hatiku, aku merasa kesepian tanpa orang
tua dan teman. Jadi, aku setiap hari hanya bisa merenung dan diam
disini saat aku kegundahan“. Wajahnya bermuka sedih.
“Oh……. jadi itu “ Kata Hilya sambil mengangguk paham.
“Jadi, aku ingin kalian
membantuku “ kata Mardia.
“ Membantu untuk apa? “
“Untuk ngebetahin aku di
pondok ini”. Dia memohon
kepada aku dan Hilya.
“ Eh , tapi kita juga sedang berusaha betah disini lho…” kata Hilya sambil
memancungkan mulutnya,
“Gimana caranya ?”
“Mungkin Cuma Nanda yang tahu
“ kata Hilya
“Nanda ! Nanda ! cepat
beritahu aku , supaya aku cepat betah disini”
Kasyaulah “ kata aku
“ hah, …kenapa kamu bicara
seperti orang china”. Kata Mardia dengan tatapan melongo padaku.
Lhu olang beldua buat saya stress ma ….” Sambil menggoyangkan tangan di kepala.
“Ha….ha..ha.. kamu
cocok banget kayak Ah Tong di film Upin dan Ipin ha..ha..ha..” Kata Hilya
sambil memegang perut gara-gara perkataanku tadi.
“Helah, Hilya istighfar Hil…!,  Kalau  kamu
tertawa sampai perut sakit, didalam tubuhmu ada setannya Lo….”sahutku sambil
menakut-nakuti Hilya.
“Hah ! iyalah. Kalau begitu aku tak mau tertawa sampai perut
sakit deh !”
“Ya udah “ kata Mardia.
            “ Jadi kamu beneran mau betah disini ..” Tanyaku
“Iyalah , kalok aku gak mau
betah disini buat apa aku minta tolong sama kamu  …..”
“iya sih…….tapi kamu sanggup
gak?”
“iya Insyaallah aku sanggup. Asalkan itu mudah”. Sambil tertawa kecil
“Oke ! Ini dia tips-tips biar
kamu betah dipondok”
Tips-tips
betah di pesantren
    Kamu
mau nggak, betah di pondok? pasti mau semua ya . Nah, ini adalah
tips-tips supaya kamu betah di pondok :
1.
Jangan
pernah memikirkan rumah / keluarga , karena itu bisa buat kamu frustasi dan gak betah dipondok.
2.
Jangan
pernah berada sendiri. Ajaklah temanmu untuk mengobrol agar kegundahan hilang.
3.
Jika
punya makanan dan minuman . Berbagilah dengan temanmu nanti pasti kamu akan
merasa bahagia dan tidak akan stress….
4.
Warning
!!!  Bagi santri yang sudah punya
pacar, Harap Move on terlebih
dahulu, OKe.!
Tambahan : Jika memang mau betah dipondok
harus mengikuti tips-tips diatas dan satu lagi , harus dengan perjuangan yang
sangat besar , Oke !!
“terus ada lagi gak ?’’ tanya Mardia
“ada. Jika ingin mengikuti
tips-tips tadi kamu harus ikhlas , sabar, dan selalu berdoa kepada ALLAH, karna jika kamu ikhlas, sabar, dan berdoa kamu akan cepat betah di pondok.
Insyaallah….”
“Makasih ya, Nanda, hanya kamu teman sejatiku. Walaupun baru kenal, tapi aku
rasa kita udah kenal dari dulu ya .” sahut Mardia.
“Terus aku gimana…….?” Tanya Hilya
sambil bermuka masam.
“Iya ….sama kamu juga teman
yang paling lucu di antara teman lainnya ,” kata Mardia kepada Hilya.
“Hi,,,,,Hi,,,,, Iya dong “
Jawab Hilya .
            Selang beberapa hari aku ketemu dengan Mardia , Katanya
dia sudah sangat betah karna mempunyai banyak teman, Mardia beterima kasih
kepada aku dan Hilya. Sekarang aku, Hilya dan Mardia menjadi teman untuk
selamanya.
By: Nanda Lailatus Syarifah,
kelas 7 c, Mts Fatihul Ulum, 2016

Leave a Reply