Dilema Ompol Balita

Di sebuah desa Tegal Arum Magelang jawa tengah, ada seorang ibu rumah tangga sebut saja Mbok ijah namanya ( Nama samaran_red.
) yang saat ini dia sedang punya anak kecil yang masih lucu-lucunya yang kurang
lebih berumur 2 tahunan, Sebagaimana pada umumnya anak-anak usia balita masih
sering meng ompol di sembarang tempat bahkan hampir seluruh ruangan rumah pernah
di ompol i anak itu. Seperti lantai rumah,tempat tidur, tempat sholat, dan
sebagainya. Dan aneh nya dalam membersihkan lantai rumah, setiap harinya mereka
hanya menggunakan serbet pel basah. Disini juga timbul masalah lain,
diantaranya ketika mbok ijah mau melaksanakan sholat berjama’ah bersama
keluarganya, yang biasanya orang-orang rumah setelah berwudhu’ untuk menuju
tempat atau kamar sholat, mereka tanpa menggunakan alas kaki.

 

Pertanyaan
:
A.
Sucikah lantai rumah itu
yang di bersihkan hanya dengan menggunakan serbet atau kain pel basah ?
B.
Sah kah sholat berjama’ah
nya mbok ijah sesuai dalam deskripsi ?
Jawaban
:
A.
Tidak. Karena tidak
memenuhi syarat mensucikan najis.
B.
Sah. Namun jika mbok ijah
menginjak pada lantai yang masih tampak ‘ain (benda) najisnya, Maka sholatnya tidak
sah. Jika menginjak pada lantai yang tidak tampak ‘ain (benda) najisnya, Maka sholatnya
sah.
Referensi
:
1.
Kitab Majmu’
syarh Muhaddab, Juz 2, Hal 589.
2.
Kitab Syarh
kabir Lir Rofi’I, Juz 1, Hal 258.
3.
Kitab ‘Ianatut
tholibin , Juz 1, Hal 98.
4.
Kitab Kifayatul
Ahkyar, Juz 1, Hal 67.
5.
Kitab Tuhfatul
Muhtaj fi Syarh Minhaj, Juz 3, Hal 370.
6.
Kitab Bughyatul
Mustarsyidin, Juz 1, Hal 103.
7.
Kitab
Bughtyatul Mustarsyidin, Juz 1, Hal 33.

Leave a Reply