Menyembelih Hewan Kurban yang Sangsi Hari Rayanya

Menyembelih Hewan Kurban yang Sangsi Hari Rayanya

Pak Basyir menyerahkan hewan kurban pada seorang kiyai. Ketepatan hari itu raya Idul Adha terjadi perbedaan, ada yang hari raya kamis ada yang hari raya Jum’at. Pak Basyir mengikuti hari raya jum’at sedang pak kiyai mengikuti hari raya kamis. Hal seperti ini banyak terjadi pada hari raya Idul Adha tahun 1420 H kemarin.

Pertanyaan :
  1. Kapan hewan tersebut harus di sembelih ?
  2. Kalau ternyata di sembelih hari kamis, Sahkah kurban tersebut ?
  3. Kalau tidak sah, apa yang harus oleh kedua belah pihak ?
Jawaban :
  1. Hewan tersebut harus di sembelih pada hari Jum’at.
  2. Tidak sah karena pak kiyai tersebut statusnya hanya sebagian kepanjangan tangan dari pak Basyir, oleh karena itu hukum-hukum Udhiyyah (Kurban) tetap berkaitan langsung dengan pak subagyo, seperti masalah waktu penyembelihan, dan juga dalam masalah ibadah seperti kurban ke-sah-annya tergantung Dzonnya(prasangkanya) orang yang melakukan ibadah tersebut kecuali bila mana hari kamis itu ada Itsbat (ketetapan) dari Imam yang mu’tabar.
  3. Wakil wajib Dhoman ( menanggung ) bila tafrid ( ceroboh ) sedangkan pak Basyir harus
    Qodho’ bila kurban wajib.
Referensi :
  • 1.
    Kitab Bajuri, Juz 1, Hal 386.
  • 2.
    Kitab Bughyatul Mustarsyidin, Hal 150.
  • 3.
    Kitab Hamisy ‘Ianatut Tholibin, Juz 1, Hal 115.
  • 4.
    Kitab Maj’mu’, Juz 8, Hal 388.
  • 5.
    Kitab Fiqh Islam, Juz 3, Hal 609.
  • 6.
    Kitab Bughyautl Mustarsyidin , Hal 108.
  • 7.
    Kitab Nushushul Akhyat, Hal 12.
  • 8.
    Kitab Al-bajuri, Juz 1, Hal 388.
  • 9.
    Kitab At-tsimar Al-yani’ah, Hal 80.

Leave a Reply