Nabi Khidir dan Para Sufi

Nabi Khidir dan Para SufiSosok yang masih misterius di dunia  ini . Kalau bicara sosok misterius di dunia ini , Umat islam akan sering mendengar tentang Nabi Khidir. Beliau tokoh yang
amat terkenal baik dari cerita mulut ke mulut hingga ada beberapa suku dan
kitab membuat catatan tentangnya. Dalam Al-qur’an juga disebutkan pertemuan
beliau dengan Nabi Musa As.

 

#Baca Nabi Musa & Nabi Khidir
                Sisi kemisteriusan Nabi khidir selalu menjadi peran kunci dalam membentuk ketokohan
Nabi Khidir. Para shufi biasa sebut beliau dengan Lelaki Ghoib ( Rijalul Ghoib )
                Syekh Abdul Qodir Al-jailani menyatakan :
“Di antara para wali ada orang yang sudah fana’ ( menghilang ) dari
kebutuhan makan dan minum, menghindar dari manusia, tak terlihat oleh pandangan
mata mereka, ia di beri umur panjang , tidak mati-mati, seperti Nabi Khidir ‘Alaihis
salam ..”
                Salah satu kisah beliau dengan Nabi Musa menjadi inspirasi bagi kaum Shufi,meski ada
pula beberapa oknum shufi yang salah faham, dan justru menganggap kisah itu
sebagai perseteruan antara ilmu Dzahir dan Batin, atau antara syariat dan
hakikat. Bahkan atas dasar kisah itu , Aliran Bathiniyah beranggapan bahwa
syariat hanya berlaku bagi kalangan Nabi dan orang umum,tidak berlaku untuk
kalangan Wali.
                Menurut Syekh Muhammad Al-kasanzan, Khalifah tarekat Qodiriyah dunia pada akhir abad 14
H. Kata Khidir memiliki akar kata KHudroh yang berarti “Hijau”. Hijau merupakan
lambing kehidupan yang secara jasmani beliau hidup dalam masa yang panjang
,secara ruhani beliau lambing kehidupan batin.
                Al-Khidir memang menjadi ikon yang tak tergantikan dalam kehidupan sufistik. Para wali local
dan dunia yang masyhur nyaris tidak pernah lepas dari kisah kedatangan beliau.
Bahkan terkesan beliau lah yang memberi stempel untuk kewalian.
                Banyak pengalaman mistik para shufi dengan khidir, membuat mereka membela pandangan
teologis bahwa khidir masih hidup. Menurut mereka:Khidir itu nyata dan
bersentuhan dengan dunia Empiris mereka.
                Banyak referensi-referensi tasawwuf banyak di temukan kisah-kisah para sufi yang
bertemu dengan khidir. Umar abdul aziz ,Abdullah bin mubarok,Junaid Al-baghdadi
dan tokoh-tokoh sufi masyhur di kisahkan pernah bertemu khidir.
                Yang memiliki kisah yang cukup banyak ialah Syekh Abdul Qodir Al-jailani; Beliau
menjadi semacam guru pembimbingya sejak mulai tirakat pengembaraanya selama 25
tahun, hingga beliau menetap di Baghdad dan di datangi para salik.
                Konon sebelum ayah Syekh Abdul Qodir mengakhiri tirakat pengembaraan yang selama 25
tahun, Khidir memintanya untuk tirakat 7 tahun di tepi sungai daerah Baghdad.
Dengan hanya makan rerumputan hingga tenggorokan beliau berbekas hijau. Beliau
melakukan itu hingga khidir berkata : “Hai Abdul Qodir , Masuklah ke Baghdad.
                Peneliti tasawwuf jazirah arab yang semasa dengan Al-Kansanzan mengatakan : “ Khidir
adalah guru para sufi, Beliau lah yang menuntun mereka sepanjang perjalanan ,
Bagi para sufi Khidir adalah guru,teman bicara,dan kawan terbaik yang menyertai
mereka. Beliau lah para guru syekh membimbing dan menuntun para salik,
selangkah demi selangkah. “
                Khidir merupakan sosok yang cukup misterius bagi kalangan awam, Namun tidak untuk
kalangan shufi. Pertemuan dengan khidir selalu sangat berkesan bagi para
penempuh Suluk.Rewrite by Santri Fatihul Ulum

Leave a Reply