Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: Jangan Lupakan Bagian Anda (satu)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: Jangan Lupakan Bagian Anda (satu)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: Jangan Lupakan Bagian Anda (satu)

berikut adalah renungan ibnu qayyim: Saya membayangkan keadaan orang orang yang menekuni dunia sufi dan zuhud. Saya lihat kebanyakan tidak berjalan dengan syariat, antara lain karena kurangnya pengetahuan mereka tentang syariat ataupun karena rasa bangga yang berlebihan dengan kekuatan akalnya. Berdalil dengan ayat ayat alquar’an, namun mereka tidak memahami artinya, atau dengan hadis hadis yang sangat diragukan kedudukannya. Misalnya mereka pernah mendengar ayat alqura’an, kehidupan didunia tidak lain hanyalah kenikmatan yang menipu (ali Imran [2];185). Atau firman ALLAH SWT yang lainnya, sesungguhnya kehidupan didunia hanyalah permainan dan senda gurau (Muhammad [47];36, merekapun mendengar sabda rosullulah saw. Sesungguhnya dunia bagi allah laksana bangkai kambing. (renungan Ibnu Qayyim Al-jauziyah)

Mereka kemudian tidak mau mendekati dunia dan dan meperlakaukannya dengan berlebihan tanpa berusaha mencari tahu hakekat dari firman dan sabda itu. Sesungguhnya, orang tidak mengerti hakekat sesuatu tidak berhak memuji atau mencelanya. Jika kita meneliti dan melihat dunia ini, akan melihat dunia yang membentang ini menumbuhkan makanan yang berlimpah dari dalam tanahya dan disitu pula orang orang yang meninggal dikuburkan. Akan tetapi, hal itu tidak membuat bumi tercela. Karena itupun merupakan kemaslahatan pula. Kita juga melihat air mengalir diatasnya, tanaman hijau tumbuh di tempat yang subur dan bianatang berkeliaran sebagai karunia bagi anak cucu adam.

Oleh kerena itu awajiblah bagi setiap orang untuk menjaga kelestariannya. Kita melihat juga bani adam di ciptakan secara khusus untuk mengenal tuhannya, taat dan mengabdi kepada-NYA. Jika kita menjaga kelestarian bumiuntuk mendorong manusia agar mengenal tuhannya, maka hal itu sangatlah terpuji dan tiada tercela. Tanpaklah bagi kita saat ini, adalah tercela jika dunia diselewengkan, seperti pernah dilakukan oleh orang orang bodoh dan berbuat maksiat dimuka bumi. Sesungguhnya orang yg memiliki harta yang banyak dan mengeluarkan zakatnya, hal itu tidaklah tercela.

Baca Juga:  Berani bermimpi

Kita mengetahui berapa banyak harta yang ditinggalakan oleh zubair bin awwam dan abdurahman bin auf setelah kepergiannya. Sedekah ali bin abu talib pun mencapai empat puluh ribu. Abdullah bin mas’ud meninggalkan harta kekayaannya sebanyak Sembilan puluh ribu. Sedangkan Al-laist bin saad, penghasilan pertahunnya mencapai dua puluh ribu. Sufyan sangat suka berdagang. Ibnu Mahdi menghasilkan uang uang setiap tahunnya dua ribu dinar. Andai saja mereka menikah dan memiliki beberapa istri, tidaklah juga tercela, bukannkah nabi juga memiliki beberapa istri? Begitu juga para sahabat. 

Leave a Reply