Liburan Santri

Manggisan.org – Makna Liburan Santri

Di semua pendidikan manapun pasti kita temui yang namanya Liburan, juga termasuk Yayasan Pondok Pesantren juga mengadakan Liburan untuk santri-santrinya meskipun tidak sama berapa lama liburan nya santri tapi yang penting liburan. 🙂

Liburan santri adalah di perbolehkan nya mereka pulang ke tempat tinggal masing-masing selama waktu tempo yang telah di tentukan oleh Pesantrennya. Ya seharusnya kalau santri itu pulang nya disiplin dan tepat waktu Maka kembali ke pondok nya pun harus disiplin dan tepat waktu juga. Begitu kan!Liburan Santri

Di dalam masa liburan, semua santri bisa me-refresh fikirannya untuk beristirahat untuk bekerja otaknya maksudnya belajar walaupun seharusnya tidak seperti itu, santai dan bermain di rumah masing-masing. Santri yang pada waktu di pesantrennya sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang di kerjakannya guna untuk mencari ilmu dan menghilangkan sifat ketidaktahuannya, yang mana santri yang awalnya tidak tahu menjadi tahu di karenakan belajar. Dan untuk kegiatan belajarnya pun tidak sepenuhnnya dalam satu minggu seperti hari libur yaitu hari jum’at untuk kebanyakan pesantren dan hari minggu untuk yang non pesantren. Begitu juga seperti yang sudah biasa setiap menjelang Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan menjelang bulan Ramadhan santri mempunyai waktu yang tidak sedikit untuk berlibur/pulang ke rumah dengan batas tempi yang telah di tentukan.

Pada masa hari libur, seorang santri bukan hanya untuk bisa pulang kerumah, menggunakan fasilitas rumahnya atau enjoylah akan tetapi di sisi lain santri juga mempunyai 2 tantangan :

  1. Mengamalkan ilmunya yang ia peroleh. Karena sia-sialah jika kita mencari ilmu dengan waktu yang sangat lama kemudian kita mendapatkannya lalu kita tidak mengamalkan atau mengfungsikannya terutama ilmu etika/Ahlakul Karimah.

Ada pepatah mengatakan : “Ilmu bila tak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah”.

  1. Menjaga nama baik pesantrennya. Dari situ seorang santri jangan hanya kita enjoy-enjoy di rumah, kita juga harus di tuntut untuk mengamalkan ilmunya dan menjaga nama baik pesantren yang ia tempati untuk mencari ilmu, karena sisi baik nama pesantren tergantung seberapa besar seorang santrinya itu menjaganya. Jadi, kalau santri tersebut tidak bisa menjaga perilaku atau etika pada orang lain selama di rumah, maka bukan hanya santri itu yang jelek tapi pesantrennya pun juga akan ikut jelek dan begitu sebaliknya.Liburan Santri
Baca Juga:  Tahun Baru Islam

Ini suatu tantangan bagi semua santri terutama santri Fatihul Ulum Manggisan yang saya cintai, jangan sia-siakan ilmu yang telah kalian dapatkan dari pesantren dan juga jagalah nama baik pesantrennya Fatihul Ulum Manggisan agar supaya ilmu kalian berguna dan bermanfa’at dan semoga menjadi orang-orang yang berguna dunia akhirat. Aamiin………!

 

By:Santri FUDC Manggisan.

2 Comments

  1. santri December 13, 2016

Leave a Reply