Pulang Tak Di Antar

Manggisan.org – Pulang tak di antar

Embun pagi sudah mulai menetes di atas daun-daun hijau dan juga daun yang kering. Daniel kurniawan adalah seorang mahasiswa di Universitas Brawijaya. Akrab di panggil dengan sebutan Daniel. dimana sekarang masih dalam proses belajar di semester satu nya. Dia adalah anak keempat dari 6 bersaudara, orang tuanya biasa saja bukan orang kaya, professor atau yang lain. Orang tua mereka sebagai pedagang di pasar.

Daniel sejak pertama kali nya menginjakkan kaki di Universitas brawijaya dia sudah mulai merasa nyaman dan mulai memilih bertempat tinggal di suatu rumah kos yang berada dekat universitas tersebut. Kenangan manis pahit dia sudah pernah alami semasa kuliah nya.

Bertepatan semenjak sudah semester I, dia ingin pulang untuk menikmati liburan di rumah asalnya. Dan sewaktu mau berangkat kuliah, dia sudah terbiasa naik Kereta api jurusan malang karena tempat kuliahnya ada di kota malang.Pulang tak diantar

Pada semester satu nya dia mulai tertarik dengan alat elektronik yakni namanya Computer. Saking tertariknya hampir tiap hari dia membaca koran tentang hal-hal yang berkaitan dengan computer seperti meng install windows, dan software dan hardware computer. Karena mungkin hanya dia yang tidak memiliki computer sedangkan teman kuliahnya sudah memilikinya.

Keinginan Daniel tak luntur begitu saja, dia tetap bersih keras untuk mempunyai computer, dia sudah berangan-angan untuk bekerja sambil kuliah, dengan itu dia bisa menabung untuk tiap bulannya sampai berhasil punya computer.

Daniel mulai berangkat kuliah dengan menaiki kereta api Tanggul jurusan Malang. ketika sudah tiba di stasiun kereta api malang. Dia mulai mencari tempat duduk beristirahat sambil menunggu taxi menuju rumah kos nya. Terbayang bayang untuk memiliki computer, dia sampai tidak merasa bahwa dia tidak mendapati taxi yang dia tunggu, melamun tingkat berat.

Baca Juga:  Life is beautiful and unique

Disaat dia masih duduk sambil melamun tiba-tiba ada orang yang tak dikenal anggap si fulan menghampirinya. Lalu dengan lekas orang tersebut kenalan dan basa basi bersama daniel. kenalan sudah agak lama lantas tiba-tiba orang tersebut menawarkan pekerjaan kepada daniel dengan bayaran yang agak lumayan tinggi. Dengan perasaan bahagia dihatinya daniel, dia langsung menanggapi dan menerima tawaran orang kenalan tersebut dengan tanpa pertimbangan lain. “Yang penting saya kerja dan mendapatkan uang untuk bisa nabung 1 tahun untuk bisa beli computer”, gumam dalam hatinya.

Matahari mulai tergelincir, hawa panas menyelimuti badan mereka. Kemudian mereka langsung menyusun rencana nya untuk berangkat ke tempat kerja. Lalu daniel diajak kerumah kosnya untuk mengambil semua pakaian nya untuk pindah ke tempat kos pekerjaannya.

Seketika mereka sudah tiba dirumah kosnya. Dengan segera daniel mempersiapkan semua kebutuhan nya untuk kerja, baju dan segala accessories dan biaya hidupnya semua dimasukkan kedalam tas nya. Semua sudah tertata dengan rapi, daniel langsung berangkat bersama orang yang di kenalnya itu menuju ketempat pekerjaannya. Ketika mereka tiba di dekat sebuat pabrik yang mereka tuju, orang yang di kenalnya meminta untuk berhenti dan beristirahat disuatu warung dekatnya. Sambil istirahat mereka juga makan di warung tersebut.

Dikira mungkin istirahat sudah cukup, matahari mulai tergelincir diatas awan, panas nya mulai membara. Si fulan mengajak daniel ke pabrik dekat warung itu dan si fulan menyuruh Daniel untuk meletakkan barang-barang nya termasuk tasnya di warung itu. Kemudian dia menuruti dan ikut sampai ke suatu gerbang pabrik yang sangat besar, lalu daniel disuruh berhenti di gerbang pabrik yang sangat lebar itu. Si fulan itu berkata kepada daniel “kamu tunggu disini ya, saya mau masuk dulu untuk menemui boz nya”. Ujar si fulan dengan nada rendahnya. Langsung masuklah dia itu sedangkan daniel sendirian setia menunggu si fulan tersebut untuk dipanggil. Dalam hati Daniel berkata “semoga saja saya di terima kerja disini”.

Baca Juga:  Amira

Sore sudah mulai tiba, matahari pun mulai terbenam, sedang daniel tetap tegak di gerbang, tak ada panggilan apapun dari si fulan itu, si fulan belum pernah nongol dari pabrik mulai dari siang hari sampai matahari mau terbenam. Jadi sekitar 6 jam Daniel menunggu.

daniel pun sudah mulai curiga atas insiden ini dan baru sadar bahwa dia telah di tipu oleh si fulan itu.  Dia secara langsung keluar meninggalkan gerbang pabrik itu dan menuju ke tempat istirahat tadi (warung). Ketika sudah sampai di warung, daniel menanyakan kepada si penjual “Anda tidak bertemu orang yang tadi bersama saya” si penjual menjawab dengan tegas “orang itu tadi sudah meninggalkan warung ini dengan membawa tas.” Mr lupis langsung terasa gelisah melihat peristiwa ini karena di tipu oleh orang yang di kenal nya itu. Apes nya lagi sekarang dia sudah tidak punya apa-apa selain yang di pakainya. Semua barang-barangnya termasuk uang sekitar 250 an ada di tasnya dibawa oleh si fulan. Betapa galaunya Daniel ketika itu.

Dengan lancang dan percaya diri Daniel ingin pulang ke kos-kosan nya akan tetapi ada masalah tentang dia bahwa Daniel tidak tahu arah atau jalur menuju tempat kos tersebut karena jalan menuju pabrik tersebut asing baginya dan tidak pernah dia lewati sebelumnya. Akhirnya Daniel mulai berfikir bagaimana cara pulang ke rumah kos nya, sedang dia sudah tidak punya uang untuk naik taxi. Disinilah kebingungan Daniel sangat mendesak dalam mencari solusi agar bisa pulang ke kosnya.

Akhirnya dia berinisiatif untuk mengikuti taxi di belakangnya dengan cara berlari di belakangnya, Karena dia yakin bahwa taxi yang berjalan disana pasti menuju jalur ke terminal dan rumah kosnya. Menunggu taxi sangatlah lama sekali. Dia pastinya tidak bisa menututi berada di belakang taxi karena begitu cepat nya taxi tersebut. Seketika dia tidak mendapati, Daniel menunggu taxi yang lagi dan begitu seterusnya sampai akhirnya dia sampai pada jalan yang ia kenali.

Baca Juga:  Kenakalan Remaja

Terasa capek dari berlari-lari, akhirnya dia bisa juga sampai ke tempat kosannya. Lalu dia meminjam uang ke saudara yang dekat dengan kosannya guna untuk buat ongkos pulang ke rumah asalnya dengan naik kereta api ke arah tanggul.

Dengan rasa takut dan sedih sampai dirumahnya, keluarganya bertanya “kenapa kok pulang?” lalu dengan tegas Daniel menjawab “saya telah di tipu oleh orang, semua barang-barang dan uangku diambil”. Keluarganya kaget atas kejadian anaknya itu. Malam itu menjadi tidak tenang keluarganya. Semuanya merasakan kesedihan, sampai daniel merasa pesimis tidak bisa melanjutkan kuliah nya lagi dikarenakan ekonomi keluarganya dibawah standard.

Allah selalu sayang kepada hamba-hambanya, entah ada apa, tiba-tiba bibi daniel menghampirinya dan mungkin sudah mengetahui tentang yang dialaminya. Lalu si bibi langsung berkata kepadanya “kamu lanjutkan kuliahnya, aku yang nanggung biayanya” ujar bibinya.

Betapa bahagianya dan berbunga-bunga hati daniel setelah mendengar perkataan yang keluar dari bibinya. Daniel dengan semangat langsung ke esokan harinya berangkat ke universitas lagi dan bisa melanjutkan kuliah nya hingga wisuda hingga saat kini menjadi seorang professor.

 

By: Santri Fatihul Ulum Manggisan.

Leave a Reply