Mengenal Kata ” Santri “

Manggisan.org – Mengenal Kata ‘Santri’ Sebagai Upaya Membangun Jatidiri. Sebagai santri, tidak banyak dari kita yang mengetahui asal-usul kata santri. Asal kata ‘SANTRI’ ada tiga pendapat yang dikemukakan oleh para ahli bahasa, sebagaimana yang dijelaskan dalam Acara HALAQOH santri putri pada tanggal 22 Oktober 2017. Tiga pendapat itu adalah:

  1. SANTRI berasal dari kata “SINDHI”. Sindhi adalah salah satu wilayah di Negara India. Daerah itu berpenduduk mayoritas muslim. Sebagian dari penduduk Sindhi HIJRAH ke Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Karena kata SINDHI terlalu sulit diucapkan oleh lidah orang Jawa, waktu itu, maka Sindhi diucapkan menjadi SANTRI
  2. SANTRI berasal dari kata “SHASTRI”. Shastri adalah bahasa Sansekerta, artinya adalah orang yang sedang mencari ilmu agama
  3. SANTRI berasal dari bahasa Jawa, “CANTRIK”. Artinya adalah orang yang sedang mengabdikan dirinya kepada orang yang berilmu atau mempunyai kekuasaan dalam bidang ilmu. Balasan pengabdiannya adalah mengajarkan ILMU kepada Cantrik.

Dari ketiga asal-usul kata santri diatas, yang paling cocok dengan keadaan santri zaman sekarang adalah kata SHASTRI.Mengenal Kata " Santri "

Santri adalah orang yang sedang mencari atau menuntut ilmu agama (tapi, sebenarnya ilmu apa saja sama asal bukan yang diharamkan dipelajari, seperti ilmu santet). ilmu dicari haruslah dengan tujuan yang baik, misalnya bertujuan SUATU saat nanti akan mensyiarkan agama Allah dimuka bumi. Bisa juga dengan tujuan menghilangkan kebodohan. Jika menuntut ilmu dengan tujuan tidak baik, maka itu tidak bisa disebut santri.

Sebagai santri, kita harus haus ilmu. Jangan suka malas belajar. Itulah yang dilambangkan dengan huruf ‘AIN. Setelah berilmu, pada umumnya santri akan mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak berilmu. Itu dilambangkan dengan huruf LAM yang menjulang keatas. Selanjutnya santri harus lebih rendah hati, jangan sombong. Itulah yang dilambangkan dengan huruf MIM.

Baca Juga:  Mutiara Cinta

Semua ilmu yang didapat oleh santri adalah berkat jasa para guru yang telah mendidiknya. Untuk itulah kita harus menghormati guru kita yang telah mengantarkan kita pada gerbang ilmu pengetahuan.

Semoga, setelah mengenal kata santri, kita memiliki jatidiri yang benar-benar sebagai santri menurut kata santri itu sendiri.

 

By: Nanda Lailatus Syarifah, Santri Putri Fatihul Ulum Manggisan.

Leave a Reply