Dimana ada kemauan, Disitu ada jalan

Dimana ada kemauan

Disitu ada jalan

 

     Manggisan.org – Dalam Kata Bijak “ dimana ada kemauan, di situ ada jalan ” hal ini terdapat dalam kisah seorang santri sebagai berikut:

Di suatu masa terdapat kisah seorang santri yang berpendidikan menengah yaitu kelas 1 MA Fatihul Ulum Al-Mahfudz manggisan tanggul jember. Dia bernama Rafki. Dia penyabar dan pemalu tanpa action.

Kemudian Rafki berkeinginan mengetahui pelajaran-pelajaran di pesantren tersebut, terutama dalam pelajaran Matematika dan bahasa Inggris karena memang pada dasarnya pelajaran tersebut adalah tiket penentu kenaikan kelas, santri deretan nomer 3 dari bawah maka santri itu terancam tidak naik kelas. Ujian itu dilaksanakan tiap sebulan sekali.

Dalam pelaksanaan ujian yang ke-2, klasmen Rafki berada pada urutan ke 20 dari 23 santriwan. Hampir terjun ke zona merah.

Rafki sering kali tidak bisa memahami matapelajaran tersebut. Dengan ke tidak pahaman tersebut, Rafki menjadi seorang santri yang berpengetahuan rendah dan tidak sama dengan kawan-kawan seperjuangannya.diaman ada kemauan, disitu ada jalan

Rafki sering kali dilecehkan oleh teman seangkatannya yang bernama Rafa dan dua temannya yaitu Kiki dan Fery, kadang temannya itu mengatakan, “Mau jadi apa kamu, pelajaran saja gak becus.” Sambil tertawa terbahak-bahak. Kadang mengatakan, “Murid rendahan.” Tanpa ketidak pedulian dan yang lebih parahnya lagi ia dilecehkan dengan perkataan. “Anak bodoh!” memang dipesantren julukan dan gojjlokan adalah hal-hal yang biasa tapi itu kan ada batasnya juga. Akan tetapi, dengan kesabaran yang Rafki miliki semua bisa diatasi dengan tenang walau sebenanya menyayat-nyayat hati. Namun, Rafki berkeyakinan kalau suatu saat akan ada cara yang istimewa yang belum Ia ketahui entah kapan itu bakal terjadi.

Hari-hari sudah berlalu, semenjak Rafki menginjak pendidikan menengah semua berbeda dari yang ia alami di waktu bangku sekolah SD dan SMP. Rafki agak bimbang dengan perkataan teman-teman satu kelasnya di MA tersebut yang sudah mengejek dia. Rafki seakan-akan tak punya semangat lagi. “Mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan teman saya itu.” Bisik Rafki dalam hati.

Ketika rafki sedang duduk menyendiri di lantai dua gedung Mts sambil meratapi puing-puing keputus asaan dan tiba-tiba ada yang menyapanya…

“Raf, ada apa kok belakangan ini kamu sering ngelamun sendirian kayak ada masalah serius,” sapa ustadz jailani guru Bahasa Arab di lembaga Pesantren tersebut. “Ada apa? Boleh di ceritakan, mungkin saya bisa bantu.” Ucap lagi ustadz jailani dengan rasa penasaran,

“Gini ustadz, temen-temen dikelas saya…” ucap Rafki dengan kepala tunduk dan bibir bergetar.

Baca Juga:  Berfikir Positif Dalam Segala Hal

“Iya kenapa.” Ustadz jailani menyambung perkataan Rafki yang sempat terputus.

Kemudian Rafki bercerita, “Begini Ustadz temen-temen dikelas saya ada yang ngejek saya Ustadz, karena dengan kekurangan pengetahuan saya yang rendah, mereka ada yang mengatakan anak bodoh terhadap saya Ustadz.” Mata Rafki berkaca-kaca.

Kemudian Ustadz Jailani membalas ucapan Rafki tersebut, “Oh, itu masalahnya.” Sambil mengambil posisi duduk berdempetan dengan Rafki.

“Iya Ustadz. Kalau menurut Ustadz sendiri gimana!” Ucap Rafki dengan lembut.

“Kau harus mempunyai kemauan Raf.” Ucap Ustadz Jailani dan Rafki mendengarkan dengan baik.

Lalu Ustadz Jailani melanjutkan pembicaraan, “Raf… kamu jangan malu-malu untuk bertanya, buanglah rasa malu mu itu untuk kepentingan baikmu dan bersabarlah serta berusaha dengan kemampuan dan terus berjuang sampai keinginan yang kamu harapkan bisa tercapai.” Tegas Ustadz Jailani dengan penuh keyakinan.

“Apakah itu benar Ustadz?” ujar Rafki dengan keyakinan dan ketenangan.

“ya, benar Raf, dengan adanya kemauan disitu ada jalan.” balas Ustadz jailani dengan bijak.

“Terus aku harus berusaha dan bertanya sampai aku paham gitu Ustadz?” lagi-lagi Rafki membalas perkataan Ustadz Jailani.

“Kamu tidak diharuskan bertanya ke pak Guru ataupun ustadz-ustadz di pesantren ini, melainkan ke siapapun kau bisa bertanya, jangan kan satu kelas atau kakak kelas, adek kelaspun kau bisa bertanya dengan merendahkan diri. Siapa tahu kamu bisa mengetahui apa yang kamu tidak tahu.” Ustadz Jailani lagi-lagi memotivasi Rafki.

“kamu bisa kan Raf.”

“Insyaallah Ustadz.”

“Tapi Raf.”

“Tapi apa Ustadz.” Kejar Rafki.

“jangan lupa berdo’a pada Allah, jangan sekali-kali berani meninggalkan kewajiban-Nya, kamu harus minta petunjuk kepada Allah agar semua urusan dan masalah cepat terselesaikan.” Pesan terakhir ustads Jailani.

“jangan lupa Do’anya,” pesan inti Ustadz Jailani sambil berlalu sampai tak terlihat sekujur tubuhnya.

kemudian setelah kejadian itu seakan-akan ada dorongan semangat yang berapi-api, hasrat untuk bermimpi sekarang telah pulih kembali, semangat yang sempat tumbang sekarang kembali bangkit. Sekarang Rafki siap untuk meniti jalan kehidupan tanpa menghiraukan perkataan tiga temannya itu.

Harus belajar siang dan malam. “Waktu adalah ilmu,” inilah prinsif Rafki saat ini.

Setelah itu kafi balik ke biliknya dan Setibanya dibilik Rafki bergegas untuk istirahat sebab waktu itu tepat jam istirahat alias tidur.

“Kenapa sejak dulu saya tidak menyadarinya apa yang dikatakan Ustadz Jailani.” Kata Rafki dalam hati sambil membaringkan seluruh tubuhnya.

Setelah kejadian itu Rafki menjadi pria yang sangat sibuk, semua teman sekelasnya heran sebab Rafki tiba-tiba berubah total apalagi Rafa, Kiki, dan Fery yang telah melecehkannya, mereka bertiga sekarang diliputi rasa keheranan.

Baca Juga:  Santri Juga Manusia

“Mungkin itu hanya acting aja fer.” Ucap kiki tak percaya.

“Tapi ki! Itu ada benernya juga loh.” Balas fery.

“saya tetep kagak percaya fer, masak anak bodoh kayak Rafki bisa langsung tekun belajar, mukjizat dari mana tuh atau mungkin dia main dukun, sehingga banyak anak-anak yang balik sangka ke Rafki…” kiki celometan tak peduli. “Kwalitas rendah mau ngejar prestasi setinggi langit, aneh tapi nyata, meskipun dia mau tekun atau apalah, paling-paling gak bakalan mentok nilai ujiannya.” Lanjut kiki sambil tertawa dikit.

“Eh, ki jaga tuh mulutmu, jangan salah sangka gitu dong, gak baik,” tegur fery. “Menurut kamu gimana rafa.” Tanya Feri ke Rafa.

“Ya, tunggu hasilnya saja.”

“Gak mungkin lah anak lugu kayak Rafki bisa sukses, kayak air sama daun talas aja.” kiki sekali lagi.

Di luar dugaan.

Sekarang Rafki menjadi siswa yang rajin dan tekun dalam segi belajar dan Rafki sekarang sering bertanya terhadap guru, teman satu kelas ataupun adek kelas sampai Ia bisa memahami apa yang belum Ia pahami, Ia terus berjuang sekaligus berusaha agar teman-temannya tidak melecehkannya lagi.

Rafki sekarang menjadi santri yang aktif.

Ujian bulanan ke-3 sudah dimulai, Rafki mengerjakan soal-soal dengan tenang sampai bel pertanda akhir ujian di bunyikan.

Ujian bulanan ke-3 selesai. Lalu Rafki menunggu pengumuman klasmen di papan informasi dan ternyata Rafki naik 5 kali, yang awalnya peringkat 20 sekarang menjadi 15, melewati 5 saingan diatasnya.

Lalu ujian ke-4 Rafki lagi-lagi naik peringkat dan pada ujian seterusnya Rafki terus naik peringkat, mulai dari peringkat 20 besar ke peringkat 15 besar lalu ke pringkat 10 besar dan seterusnya. Sebelum ujian ke-10 di laksanakan atau ujian akhir tahun, Rafki sudah menempati urutan nomer 4 klasmen.  Tak menyerah Rafki terus belajar dan semangat.

Ujian bulanan akhir tahun telah selesai, tapi Rafki heran nilai klasminnya tak kunjung terpapar di papan informasi. Sepertinya pengurus pesantren tak ada yang peduli pada ujian bulanan akhir tahun, tapi sudah dimaklumi hal-hal seperti itu sebab semua pengurus pesantren sedang sibuk mempersiapkan malam puncak imtihan.

Malam puncak imtihan telah tiba, semua santri sangat senang menyambut hari-hari imtihan, semua orang tua para santri ke pesantren untuk ikut serta merayakan hari besar anak tercinta. hilir mudik keluar masuk orang-orang dari pesantren.

Baca Juga:  Busana Terindah Sepanjang Zaman

Imtihan adalah hari rayanya para santri, oleh sebab itu banyak santri yang menunggu-nunggu hari imtihan itu.

“Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa Iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan nabi agung kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya…” Suara mc memulai perjalanannya imtihan dan mc mengatur susunan acara dengan jelas dan rinci, mulai dari lomba-lomba, ceramah agama dan seterusnya.

“Kami lanjut kelas 1 MA bahwa nilai ujian bulanan tertinggi selama satu tahun,” berenti sejenak. “Juara 1 diraih oleh…” Sang mc sengaja memutus suara guna bikin tegang semua hadirin. “Adalah… Rafki.” Semua hadirin serentak bertepuk tangan. Rafki seakan tak percaya apa yang dia rasakan, seakan tak percaya apa yang terjadi saat itu. Rafki tak tahu mau berekpresi bagaimana, wajahnya tampil datar.

Lalu Rafki naik ke atas pentas untuk mengambil beberapa hadiah. Namun, ketika menerima hadiah, air mata Rafki tak bisa dibendung, air matanya mencucur pelan, air mata itu adalah air mata kebahagiaan. Bibir rafki tak henti-hentinya mengumandangkan bacaan dzikir. Rafki sangatlah bersyukur apa yang telah ia peroleh saat ini.

Orang tua Rafki bangga dengan apa yang telah Rafki peroleh. Di depan panggung terpancar wajah Ustadz Jailani dengan senyuman yang membanggakan. Di kejauhan sana terdapat Rafa, Kiki, Fery, mereka bertiga terpesona takjub melihat prestasi yang telah Rafki peroleh. Mereka bertiga merasa sangat bersalah dengan apa yang telah mereka lakukan kepada Rafki.

——-*****——-

Pembaca yang budiman, jangan sekali-kali kita berfikir bahwa semua itu tidak mungkin. Yakinlah dengan adanya kemauan disitu ada jalan. Janganlah kita malu untuk bertanya, sebab malu bertanya sesat dijalan.

Rafki diatas menceritakan sosok santri yang awalnya kurang pengetahuan ada kemampuan dan ketekunannya dan Rafki sering bertanya pada guru atau ke sesama teman-temannya.

Jadilah orang yang berkeinginan kuat, pastikan keinginan Anda itu, jadikanlah sebagai sumber kekuatan yang mencapai pencapaian keinginan itu. Karena, banyak orang menginginkan, tapi ternyata tidak benar-benar mau. Pastikan kita mau dan benar-benar mau, pastikan kita ingin dan benar-benar ingin. Seperti sebuah kalimat bijak:

     “Jika kita mau pastikan ada jalan. Jika tidak mau selalu ada alasan.”

Apapun dapat kita raih, kita mau membayar harganya melalui perjuangan dan membayar dengan prestasi. Semoga cerpen ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi para pembaca.

 

Selesai sore jam 4:10, 11-01-2018

One Response

  1. lailiafidh August 10, 2018

Leave a Reply