Resensi Buku Shalatnya Para Kekasih Allah

Nama: Masruroh.

Manggisan.org – Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku.

Ciri-ciri resensi:

  • -menentukan unsur -unsur yang diresensi dalam sebuah novel yang dibaca yaitu identitas buku, kepengarangan, ikhtisar cerita, Bahasa pengarang, keunggulan buku, kelemahan buku dan kesimpulan.
  • -memberi catatan mengenai hal-hal penting yang ditulis dalam resensi.
  • -menanggapi dan menyimpulkan kelengkapan resensi novel yang disajikan

    Judul buku: shalatnya para kekasih Allah.

Penulis: Dr. Ahmad Usthafa Ath-Thahthawi.

Penerbit: Insan kamil.

Tahun terbit: November 2011.

Jumlah halaman: 236 halaman.

 

“SHALATNYA PARA KEKASIH ALLAH”

     Shalat adalah ibadah yang penuh misteri, Allah bahkan menjajikan tingkatan syurga yang tertinggi yakni Syurga Firdaus bagi hamba-hambanya yang beriman dan sanggup mendirikan shalat dengan benar. Bahkan shalat merupakanamal yang pertama kali dievaluasi oleh Allah subhanahu wa taala pada hari akhir nanti.

Sesungguhnya, bahwa urusan kalian yang paling utama adalah shalat, barang siapa yang menjaga shalatnya maka dia telah menjaga agamanya. Dan barang siapa yang menyia-nyiakan shalatnya bahkan ia lebih memalingkan terhadap urusan yang lainnya selain shalat maka ia akan celaka pada akhirnya.resensi buku shalatnya para kekasih Allah

Pada saat ini, kita melihat begitu jauhnya perbedaan Antara kita dengan ulama-ulama, kecintaan mereka akan shalat menghadap Allah telah terpatri dalam hati mereka. Menunaikan shalat dengan penuh kekhusyukan kepada Allah, serta menghadirkan hati mereka dan menfokuskan perhatiannya hanya kepada Allah subhanahu wa taala.

Mereka mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan serta kecintaan kepada Allah dalam sujud-sujud mereka, dan kenikmatan itu memenuhi ruang-ruang jiwa mereka ketika hendak menunaikan shalat.

Ketika kita mengerjakan shalat sesungguhnya kita telah mencicipi nikmat shalat yaitu ketika mulut kita melafadzkan “Allah Akbar” dan kelezatan ketika merasakan keletihan dari banyaknya pelaksanaan shalat yang telah kita lakukan.

Sesungguhnya orang-orang shaleh senantiasa mendapatkan kenikmatan ketika mereka bangun dan berdiri menghadap rob-Nya serta bermunajat kepadanya kebahagiaan ini disempurnakan dengan rabb-Nya dengan penuh Ridha dan berlimpah kenikmatan.

Sebagai orang-orang shaleh berkata “berapa banyak dari orang-orang yang memakan makanan haram tertahan dari amalan shalatnya dan berapa banyak pula aorang-orang yang melihat hal-hal yang haram menjadi penyebab di haramakannya membaca al-Qur’an.”

Bahwasannya seorang hamba yang memakan makanan haram dan mengerjakan perbuatan yang dilarang, maka tertolak semua amalan pekerjaan shalatnya selama satu tahun.

Bagaimana shalat bisa menjadi manhaj dalam hidup kita yang senantiasa menuntun kita dalam memperbaiki diri, sehingga selalu ada dalam jalan yang diridhai Allah, dan mengikhlaskan hati kita dalam beribadah kepada Allah swt, maka dengan itu kita akan selalu bersegera dalam menaatinya dan mencari keridhaannya.

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari pada ibadah-ibadah yang lainnya.

Dan shalat merupakan wasilah edukasi yang bimenjauhkan dari setiap perbuatan yang dibenci oleh Allah dan kita amal muslimin dalam kondisi yang sulit ini, sangat membutuhkan peneguhan makna yang sangat luhur yang ditanamkan oleh kewajiban shalat dalam jiwa para salafush shaleh.

Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya mereka itulah orang-orang yang yang akan mewrisi syurga firdaus mereka kekal di dalamnya. Kita sebagai umat muslim harus bersyukur karena kelak kita akan di tempatkan disyurga sebagai balasan perbuatan baik kita.

  • Keunggulan buku “shalatnya para kekasih Allah” dapat memotivasi para pembaca karena buku ini sangat bermanfaat bagi para pembaca, buku ini menerangkan tentang perbuatan-perbuatan baik yang sangat dicintai oleh Allah swt seperti shalat dan lain-lainnya dan juga mengajak para pembaca untuk menjaga shalatnya karena Allah telah menjanjikan syurga firdaus yang kelak untuk orang yang beriman dan yang telah melakukan shalat dengan khusyuk.
  • Kelemahan buku ini hampir tidak ada kelemahannya hanya saja dalam segi penulisan yang kurang professional.

Persoalnya bagaimana shalat dapat ditegakkan dengan benar? Begitu banyak buku yang terbit membalas tentang shalat menunjukkan bahwa kita masih sulit mencapai derajat khusyuk.

Buku ini mengajak kita untuk melihat gambaran hidup praktik shalat orang-orang shaleh, yakni mereka yang berhasil meraih janji Allah swt.

 

Leave a Reply