Resensi Buku Sunnah Sunnah Kecil Berpahala Besar

Nama: Dina Rizqi Fauziah.    

Manggisan.org –  Pengertian Resensi:

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) resensi ialah suatu pembicaraan atau ulasan tentang buku atau novel. Isi dari resensi tersebut ialah pembahasan singkat namun jelas yang memberikan ulasan atau pendapat tentang buku atau novel tersebut.

Judul buku: Sunnah Sunnah Kecil Berpahala Besar.

Penulis: Muhammad Safroddin.

Penyunting: Supriyati.

Cetakan: Pertama, Maret 2014.

Ketebalan buku: viii + 248 halaman; 20,8cm.

Penerbit: Bungan (PT Bentang Pustaka).

Buku ini adalah tentang sunnah-sunnah kecil berpahala besar yang sering kita lalaikan. Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mengajarkan amalan saleh meskipun itu kecil dan hukumannya sunnah karena amalan tersebut mempunyai pahala yang besar. Bahkan terkadang hikmah dan pesan yang dalam dan bermanfaat untuk kita.

Didalam buku ini memuat beberapa sunnah nabi, di antaranya menyangkut seputar shalat, puasa, tidur siang dan lain-lain, yang di ambil dari hadist-hadist sahih. Selain itu di perkuat juga oleh ayat-ayat Al-Qur’an.Resensi buku sunnah sunnah kecil berpahala besar

Didalam buku ini pula di tulis secara detail dan komprehensif, dengan tambahan penelitian dan mengamalkan sunnah Nai saw. Secara hakiki. Mudah-mudahan buku ini pulalah yang bisa menuntun kita ke jalan yang benar, di mana jalan tersebut adalah jalan impian dari segala umat.

Dari sekian banyak sunnah-sunnah yang tertera di dalam buku ini, mungkin kita bisa melakukan secara sedikit-semi sedikit. Allah swt tidak menerima amal yang dilakukan bukan karena-Nya melaikan karena ingin terlihat lebih mapan di depan orang sekelilingnya. Sedangkan amal yang di terima adalah amal yang di mati karena-Nya, meskipun amal itu, amal kecil.

  • Keuntungan:

Kita bisa menjadi firman-firman Allah yang menyatakan bahwa hal kecil (amal yang terlihat kecil) yang sering kita sepelekan itulah yang berpahala besar. Sehingga kita hanya mengerjakan sunnah-sunnah besar saja.

Baca Juga:  Jangan Pernah Menyerah

Setelah kita membaca buku ini, kita bisa menambah amal-amal kita lagi. Sehingga, kita bisa menjadi lebih baik di hadapan Allah swt dan orang-orang di sekeliling kita. Sadar akan keselahan-kesalahan yang kita perbuat tanpa kita sadari akanpun kita pura-pura tidak sadar. Melakukan amal-amal yang hanya untuk saling menyombongkan diri. Tapi, sama-sama memperbaiki kekurangan dan kelebihan.

 

  • Kekurangan:

Buku ini memang bagus, tapi alangkah baiknya jika buku ini memakai tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab) karena, apabila ada orang muslim tapi bukan orang Indonesia membacanya, agar tidak bisa perlu repot-repot mengubahnya sendiri.

 

NB = kelebihan:

Dari buku ini pula kita bisa belajar tentang khasiat shalat 5 waktu yang di lakukan tepat pada waktunya. Seperti halnya:

  • Subuh = Terapi paru-paru.

Subuh adalah waktu yang tepat untuk proses terapi pernafasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu subuh. Di temukan bahwa pada dini hari sekitan pukul 03.00-05.00, terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru.

  • Zuhur = terapi jantung dan usus kecil.

Jantung merupakan organ yang bisa di hubungkan dengan proses mental. Beberapi bentuk tekanan emosinal seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum penyakit jantung.

Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Bisa terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang di sertai dengan mengigau, dan lain-lain.

Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan china yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00-13.00. waktu zuhr adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktifitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu, panas jantung berlebihan bisa menjadi normal kembali.

  • Ashar = Terapi kandung kemih.
Baca Juga:  Life is beautiful and unique

Waktu asyar di mulai setelah waktu zuhur hingga terbenam matahari. Dalam ilmu kesehatan shina, pukul 15.00-17.00, sebagaimana waktu ashar, merupakan waktuyang tepat untuk melakukan tarapi kandung kemih karena pada saat itu mulai kesesuaian secara perlahan antara hawa tubuh manusian dan hawa di sekitarnya.

Fungsi utama kandung kemih adalah mengubah cairan tubuh menjadi air kencing dan mengeluarkannya dari tubuh.

  • Maghrib = terapi ginjal.

Ginjal dan kandung kemih adalah organ yang berpasangan kedua organ tersebut mengontrol tulang-tulang, sum-sum dan otak.

Di tinjau dari ilmu pengobatan china, waktu pelaksanaan shalat maghrib merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan terapi organ ginjal. Waktu maghrib adalah saat-saat hawa udara semakin menurun dan system organ juga menyesuaikan diri dengan energy di sekitar.

Leave a Reply