Resensi Kitab Ta’lim Muta’allim

  • Nama  : Lailatun Nahdiah
  • Kelas :  XII B
    • Tanggal :  18 Februari 2018
  • Hari    :  Minggu

 

# Pengertian Resensi

   Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.

# Ciri-ciri Resensi

  1. Menentukan unsur-unsur yang di resensi dalam sebuah buku yang di baca yaitu identitas buku kepengarangan ikhtisar cerita, bahasa, pengarang, keunggulan atau kelebihan buku, kelemahan atau kekurangan buku.
  2. Memberi catatan mengenai hal-hal penting yang di tulis dalam resensi.

Resensi >

  • Judul Buku : Ta’lim Muta’allim
  • Penyusun :   Fathu lillah
  • Editor dan Lay out : Muqoyyimul Haq
  • Penerbit : Santri Salaf Press
  • Cetakan  : Maret, 2015
  • Tebal : XXIII + 468 halaman
  • Ukuran : 15,5 cm x 23,5 cm

Sinopsis >

Pengarang Ta’lim Muta’allim Tariq al-Ta’allum adalah Syekh al-Zarnuji, yang nama lengkapnya adalah Syekh Tahuddin Nu’man bin Ibrohim bin al-Kholil Zarnuji. Dalam buku Islam (kamus Islam) beliau memiliki dua sebutan, yaitu Syekh az-Zarnuji iyalah Burhanuddin al-Zarnuji, yang hidup pada abad ke-6 H / 13-14 M  dan Tajuddin al-Zarnuji, ia adalah Nu’man bin Ibrahim yang wafat pada tahun 645 H. Syekh az-Zarnuji adalah seorang sastrawan dari Bukhara, dan termasuk ulama yang hidup pada abad ke-7 H, atau sekitar abad ke 13-14 M, ia dapat dikenal pada tahun 593 H dengan kitab Ta’lim Muta’allim.

Kitab Ta’lim Muta’allim ini di susun oleh M. Fathu Lillah yang dikaji dan di analisis sehingga menjadi sebuah buku yang menerangkan tentang akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini terbit pada bulan Maret, 2015.resensi kitabTa'lim mutaallim

Buku ini sangat cocok bagi semua kalangan, baik santri maupun mahasiswa, tua ataupun muda. Karena mereka lebih mementingkan ilmu tanpa melengkapinya dengan akhlak. Padahal ilmu tanpa akhlak itu tidak ada gunanya, karena tolak ukurnya seseorang yang berilmu atau tidak adalah akhlak.

Baca Juga:  Relationship (Hubungan)

Dalam kitab ini, Syekh az-Zarnuji menjelaskan bahwa belajar (menuntut ilmu) merupakan suatu kewajiban yang sudah disyariatkan oleh agama, baik melalui al-Quran ataupun Hadist, melalui pengajaran yang bersifat ilahiyah maupun bersyariah. Menurut Syekh az-Zarnuji belajar bukanlah seperti apa yang dirumuskan oleh para ahli psikologi pendidikan yang menyatakan bahwa belajar merupakan proses usaha untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Dan menurut sebagian tokoh yang merumuskan dan menyatakan bahwa belajar adalah kegiatan dalam menerima, menanggapi serta menganalisa bahan yang disajikan oleh pengajar sehingga memperoleh kemampuan menguasai bahan pelajaran.

Menurut Syekh az-Zarnuji tujuan belajar atau pendidikan islam berikut ini: [ 14 ]

وينبغي ان ينوي المتعلم بطلبل العلم رضالله تعالى والدارالا خرة وازا لة الجهلي عن نفسه وعن سا ئرالجهال واحياءالد ين وابقاءالاءسلام بلعلم ولايصح الزهدو التقوى مع الجهل وانشدالسيخ العمام الاءجل برهان الدين صاحب الهداية ثعرالبعضهم

Maksudnya:

Seseorang yang menuntut ilmu harus bertujuan mengharapkan ridho Allah, mencari kebahagiaan akhirat, menghilangkan kebodohan baik dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, menghidupkan agama, dan melestarikan Islam. Karena Islam itu dapat lestari, kalau pemeluknya berilmu. Zuhud dan takwa tidak sah tanpa disertai ilmu.

Syekh Burhanuddin menukil perkataan ulama melalui sebuah syair :

فسا دكابر عالما متهاتك   #   واكبر منه جاهل متنسك

هما فتنة فى العلمين عظيمت   لمن بهما فى دينه يتمسك

Artinya :

“Orang alim yang durhaka bahayanya besar, tetapi orang bodoh yang tekun beribadah justru lebih besar bahayanya dibandingkan orang alim tadi. Keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat, dan tidak layak di jadikan panutan.

Oleh karena itu seseorang yang menuntut ilmu haruslah didasari atau mensyukuri nikmat akal dan kesehatan badan. Dan dia tidak boleh bertujuan supaya dihormati manusia dan tidak pula untuk mendapatkan harta dunia dan mendapatkan kehormatan di hadapan orang lain dan orang yang tinggi jabatannya. Sebagai dari akibat seseorang yang merasakan lezatnya ilmu dan mengamalkannya. Maka bagi para penbelajarakan berbaling halnya dari sesuatu yang dimiliki orang lain dan ia tidak akan merasa iri dengan semuanya. Begitulah pendapat dari Syekh az-Zarnuji.

Baca Juga:  Resensi Buku Sunnah Sunnah Kecil Berpahala Besar

Selain menerangkan tentang akhlak terhadap Guru dan Orang tua. Dibuku ini juga terdapat kajian dan analisis terhadap masalah-masalah yang belum kita ketahui dan didalamnya menampilkan tanya jawab seputar pembelajaran yang baik serta akhlak yang terjadi di lingkungan sekitar dan sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

Kelebihan >

Di dalam buku ini penyusun menggunakan bahasa yang menarik, mudah di pahami, dan di mengerti. Juga menambahkan wawasan tentang akhlak yang baik kepada sesama makhluk, dan menjelaskan tentang problema kehidupan sehari-hari yang sering terjadi namun tidak diketahui. Dan terdapat banyak penjelasan serta cerita para sahabat, para ulama, bahkan kehidupan orang lain yang sangat menarik.

Kekurangan >

Terdapat beberapa kata yang salah penulisannya dan ejaan huruf yang kurang benar.

 

 

 

Leave a Reply